Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) : Kenali Si Pembunuh Diam-Diam
Oleh: Raheza Putra Indi, Dokter Muda Fk Unpad
Hipertensi atau tekanan darah tinggi disebut “si pembunuh diam-diam” karena sering tidak menimbulkan gejala, tapi diam-diam bisa merusak jantung, otak, ginjal, dan mata. Banyak orang baru tahu punya hipertensi saat sudah terjadi komplikasi serius, seperti stroke atau serangan jantung.
Apa itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah di pembuluh darah terus-menerus lebih tinggi dari normal. Seseorang dikatakan hipertensi bila tekanan darahnya 140/90 mmHg atau lebih, saat diukur berulang kali dalam keadaan tenang.
Kenapa Bisa Tidak Terasa?
Pembuluh darah kita cukup kuat untuk menahan tekanan tinggi dalam waktu lama tanpa memberi tanda apa pun. Itulah sebabnya banyak orang merasa sehat-sehat saja, padahal tekanan darahnya sudah tinggi selama bertahun-tahun. Baru setelah terjadi kerusakan organ, gejala seperti sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau nyeri dada mulai muncul.
Siapa yang Lebih Berisiko?
Risiko hipertensi lebih tinggi pada orang dengan kebiasaan makan asin berlebihan, jarang berolahraga, kelebihan berat badan, merokok, sering stres, serta orang yang punya riwayat keluarga dengan hipertensi. Bertambahnya usia juga meningkatkan risiko ini.
Apa yang Harus Dilakukan?
Jangan tunggu sampai ada gejala. Periksa tekanan darah secara rutin, meskipun merasa sehat. Kurangi garam, perbanyak sayur dan buah, rutin bergerak, jaga berat badan ideal, dan hindari rokok. Jika sudah terdiagnosis hipertensi, minum obat sesuai anjuran dokter secara teratur, meski tidak merasakan keluhan apa pun.
Ingat, mengontrol tekanan darah bukan soal menghilangkan gejala, tapi mencegah bahaya yang mengintai di masa depan.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Hipertensi, si pembunuh senyap. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kemenkes RI. https://keslan.kemkes.go.id
American Heart Association. (2024). Understanding blood pressure readings. https://www.heart.org
Leave a comment