• info@klinikcipanas.com
  • 085315181800

Bell’s palsy: Satu Wajah, Dua Ekspresi: Mungkinkah Bells palsy?

Oleh : Nashifa Nasywaa Kautsar, Dokter Muda FK Unpad 2022
Bell's palsy

Bell’s palsy adalah kelumpuhan satu sisi wajah secara tiba-tiba. Penyebab pastinya belum diketahui, namun kondisi ini memiliki hubungan dengan adanya peradangan pada saraf wajah (saraf kranial ke-7) yang sering dipicu oleh infeksi virus. 

Seseorang dengan Bell’s palsy tidak dapat mengerutkan dahi, menutup mata, dan tersenyum pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat membuat ekspresi wajah tampak berbeda antara satu sisi dan sisi lainnya, seolah-olah menunjukkan dua ekspresi dalam satu wajah.

Tidak hanya itu lho! penyakit in juga dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti lebih sensitif terhadap suara keras, berkurangnya produksi air mata dan air liur, serta gangguan pada indra pengecap, terutama pada dua pertiga bagian depan lidah.

Bell's Palsy or stroke
Perbedaan Bell’s palsy dan Stroke

Nah, karena sama-sama bisa membuat wajah tampak berbeda, Bell’s palsy sering dikira berkaitan dengan stroke. Tapi perlu diingat Bell’s pals y dan stroke merupakan dua kondisi yang berbeda . Pada Bell’s pals y biasanya hanya melontarkan satu sisi otot wajah, sedangkan pada stroke lebih dominan pada bagian bawah wajah dan dapat disertai gejala lain seperti kelemahan/kebas anggota gerak, gangguan bicara, atau gangguan keseimbangan.

Siapa yang lebih berisiko terkena Bell’s palsy ?

Penyakit ini lebih berisiko pada wanita hamil, terutama pada trimester ke-3, serta pada individu yang mengalami infeksi saluran pernapasan atas, diabetes, obesitas, atau hipertensi.

Apa yang harus dilakukan jika terkena Bell’s palsy ?

Jangan panik. Penyakit ini memang muncul tiba-tiba dan menakutkan, namun umumnya bersifat sementara dan dapat pulih jika ditangani sejak gejala muncul. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Referensi :

Gardner, S., Garber, L., & Grossi, J. (2025). Bell’s palsy: Description, diagnosis, and current management. Cureus, 17(1), e77656. https://doi.org/10.7759/cureus.77656

Tim Promkes RSST – RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. (2022, 31 Oktober). Bell’s palsy. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1749/bells-palsy

Ismiyati, R. (2022, 3 Agustus). Waspada gejala Bell’s palsy. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/950/waspada-gejala-bells-palsy

Leave a comment