• info@klinikcipanas.com
  • 085315181800

Waspada Lonjakan Kasus Demam Berdarah Dengue di Musim Penghujan

Oleh: Tiara Ardiningrum, Dokter Muda FK Unpad 2021

Memasuki pertengahan tahun 2025, sejumlah daerah di Indonesia kembali mengalami peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kementerian Kesehatan RI mencatat lonjakan signifikan kasus DBD terutama di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi dan sistem drainase yang buruk.

Apa Itu Demam Berdarah Dengue?

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala umumnya meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, serta perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah.

Jika tidak ditangani dengan baik, DBD dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti syok dengue yang mengancam jiwa, terutama pada anak-anak dan lansia.

Mengapa Kasus DBD Meningkat di Musim Hujan?

Musim hujan menciptakan banyak genangan air, tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Telur nyamuk dapat bertahan di tempat kering selama berbulan-bulan dan segera menetas saat terendam air. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan turut memperparah penyebaran.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Pemerintah dan tenaga kesehatan terus menggaungkan program 3M Plus, yaitu:
1. Menguras tempat penampungan air secara rutin.
2. Menutup rapat tempat penampungan air.
3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Tambahan “Plus” meliputi:
– Menggunakan lotion anti-nyamuk
– Memasang kawat nyamuk di ventilasi
– Menghindari menggantung pakaian terlalu lama
– Melakukan fogging di daerah endemis

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami demam tinggi selama lebih dari dua hari disertai nyeri kepala, mual, atau ruam, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan darah (trombosit dan hematokrit) penting untuk menilai kemungkinan DBD.

Vaksinasi Dengue: Solusi Jangka Panjang?

Indonesia sudah mulai memperkenalkan vaksin dengue Qdenga (TAK-003) yang disetujui BPOM pada 2023. Vaksin ini menunjukkan efektivitas baik untuk mencegah DBD, bahkan pada orang yang belum pernah terinfeksi dengue sebelumnya.

Kesimpulan

Waspada terhadap DBD sangat penting terutama di musim penghujan. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi aktif menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gaya hidup sehat. Deteksi dini dan tindakan cepat bisa menyelamatkan nyawa.

Referensi:
  1. 1. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Waspada Penyakit di Musim Hujan. https://kemkes.go.id/id/waspada-penyakit-di-musim-hujan
  2. 2. World Health Organization (WHO). (2024). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
  3. 3. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2022). Persetujuan Izin Edar Vaksin Dengue (Qdenga) untuk Usia 6–45 Tahun. https://www.pom.go.id/siaran-pers/persetujuan-izin-edar-vaksin-dengue-qdenga-untuk-usia-6-45-tahun

Leave a comment